Bagaimana & Kapan Memanen Herbal

Harvesting Herbs: How to Harvest from Your Herb Garden - Gardening Channel

Growing herbs di rumah adalah cara yang bagus untuk menikmati rasa segar sepanjang tahun. Tetapi cuaca menjadi lebih dingin dan hari-hari semakin pendek, dan itu berarti satu hal: saatnya panen!

Ada beberapa hal yang harus Anda ingat saat memanen herba, apa pun herba yang Anda panen. Berikut beberapa saran praktis:

  • Petik herba hanya saat sudah kering. Panen saat embun pagi menguap, atau saat senja.
  • Panen jamu kuliner tepat sebelum kuncupnya terbuka. Begitu mereka mekar, semua energi tanaman digunakan untuk menghasilkan bunga, bukan mengembangkan daun yang enak itu. Pastikan untuk mencubit kuncup apa pun sebelum berbunga.
  • Panen benih sebelum berubah dari hijau menjadi coklat . Biji harus rapuh, kering, dan dapat dihancurkan, tetapi tidak berwarna coklat.
  • Bersikaplah lembut! Jamu segar sangat rapuh, jadi saat Anda memanen, tangani dengan hati-hati untuk menghindari memar hasil panen Anda yang berharga.

Kapan Harus Memanen Herbal

Saat Anda memanen herba bergantung pada tiga hal:

  1. Bagian ramuan mana yang Anda rencanakan untuk digunakan atau diawetkan . Apakah Anda hanya membutuhkan bunganya, atau apakah Anda menginginkan daun atau akarnya?
  2. Untuk apa Anda menggunakan ramuan itu. Apakah Anda berencana untuk mengeringkannya, atau menggunakannya dalam keadaan segar?
  3. Siklus hidup ramuan. Apakah Anda perlu memanen sebelum herba Anda tumbuh kuncup dan berbunga?

Setelah Anda menentukan bagian tanaman mana yang Anda butuhkan dan untuk apa Anda menggunakannya, yang harus Anda lakukan adalah menunggu herba Anda matang untuk dipetik.

Cara Memanen Herbal

Setiap ramuan dipanen dengan caranya sendiri yang unik. Berikut cara memanen beberapa favorit kami:

Kemangi

Sebelum Anda Panen: Sirami basil Anda malam sebelum Anda berniat untuk memanen. Dengan begitu, kemangi Anda memiliki kesempatan untuk menyerap semua air yang lezat dan daun Anda akan bertahan lebih lama setelah Anda panen.

Kapan: Panen kemangi tepat sebelum tanaman mulai bertunas dan bunganya mulai mekar (juga dikenal sebagai “percikan”). Kemangi paling baik dipanen di pagi hari, tepat setelah embun mengering.

Caranya: Cubit atau potong setiap batang tepat di atas rangkaian daun kedua. Potong ujung setiap cabang setiap minggu, atau potong seluruh tanaman tepat di atas set daun kedua setiap bulan. Segera cabut paku bunga.

Peterseli

Before You Harvest: Tunggu hingga batang memiliki 3 segmen.

Kapan: Panen terus menerus sampai warna tanaman Anda gagal, biasanya sekitar akhir musim gugur atau awal musim dingin. Peterseli akan tumbuh di dalam ruangan sepanjang musim dingin, tetapi jika peterseli Anda tumbuh di luar ruangan, Anda harus memanen seluruh tanaman sebelum embun beku pertama melanda.

Caranya: Pangkas hasil panen Anda dari pangkal tanaman untuk mendorong lebih banyak pertumbuhan. Potong daun dari bagian luar terlebih dahulu agar peterseli Anda bisa fokus menumbuhkan daun baru dari bagian tengah tanaman. Jika Anda membuang terlalu banyak daun dari bagian tanaman yang salah, herba Anda tidak akan mengumpulkan cukup sinar matahari untuk terus tumbuh.

Ketumbar

Kapan: Panen ketumbar kira-kira sekali seminggu untuk mencegah percikan, atau tanaman Anda berbiji.

Caranya: Pangkas seluruh batang mendekati permukaan tanah, tapi hati-hati jangan sampai batang tengah dipotong. Seperti peterseli, panen daun bagian luar terlebih dahulu, sehingga daun bagian dalam yang lebih baru dapat terus tumbuh. Hanya panen 1/3 dari tanaman Anda dalam satu waktu.

Oregano

Kapan: Tunggu sampai embun pagi mengering, dan jika Anda bisa, panen oregano di pagi yang hangat – minyak dan rasa akan terkonsentrasi paling tinggi. Untuk rasa terbaik, panen tepat saat kuncup bunga terbentuk.

Caranya: Potong tepat di atas simpul pertumbuhan atau pangkal rangkaian daun tertentu agar tanaman dapat menumbuhkan cabang baru dari area yang dipotong.

Tip: Oregano adalah satu-satunya herba yang memiliki rasa lebih baik dan lebih kuat saat dikeringkan daripada saat segar!

Timi

Kapan: Seperti kebanyakan tumbuhan berkayu dan bertangkai, timi paling baik dipanen tepat sebelum mekar. Untuk rasa terbaik, panen thyme di pagi hari setelah embun mengering.

Caranya: Potong batang tepat sebelum titik pertumbuhan untuk meningkatkan pertumbuhan dan memastikan pasokan thyme yang segar dan lezat secara konstan.

Tip: Timi bisa memiliki batang yang lunak atau berkayu. Batang lunak paling baik dipotong dan dibuang ke resep Anda bersama daunnya, sedangkan batang berkayu harus dibuang. Sebagai alternatif, Anda dapat mengikat batang kayu menjadi satu dan memasukkan semuanya ke dalam resep Anda – ini adalah pilihan yang bagus jika Anda memasak daging panggang atau sup.

Chives

Kapan: Pangkas daun saat daun cukup besar untuk dipotong dan digunakan.

Caranya: Kumpulkan daun menjadi seikat dan gunakan gunting yang tajam dan bersih untuk memotongnya. Jangan jepitkan terlalu dekat dengan umbi atau umbi tidak akan tumbuh kembali – biarkan setidaknya ½ inci menempel pada umbi di atas tanah. Potong dari luar tandan terlebih dahulu.

Tip Pro: Kucai menghasilkan bunga yang bisa dimakan! Bunganya tidak akan memiliki rasa bawang yang sama dengan daun bawang, jadi coba gunakan sebagai hiasan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *