Syarat Kambing Aqiqah yang Harus Dipenuhi

Syarat Kambing Aqiqah yang Harus Dipenuhi

Syarat kambing aqiqah wajib diketahui kaum muslimin terutama orangtua yang hendak menunaikan Aqiqah. Seperti diketahui dalam Islam, orangtua direkomendasikan untuk mengakikahkan putra dan putrinya dengan cara menyembelih kambing.

Aqiqah mampu ditunaikan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21setelah kelahiran si bayi. Untuk anak laki-laki diharuskan memotong dua ekor kambing, tetapi anak perempuan satu ekor kambing.

Apa saja syarat kambing atau domba untuk Aqiqah yang wajib dipenuhi? Berikut penjelasannya.

Tidak tersedia tuntunan yang menyebutkan jenis kelaminnya. Sedangkan syarat-syarat penentuan hewannya, kurang lebih serupa dengan penentuan hewan untuk kurban. Yaitu: dalil melaksanakan aqiqah

1. Hewan wajib sehat jasmaninya, tidak boleh cacat
2. Boleh betina ataupun jantan
3. Bukan hewan curian
4. Apabila Kambing, usianya wajib sedikitnya 1 th. (memasuki th. ke-2)
5. Apabila Domba, usianya wajib sedikitnya 6 bulan (memasuki th. ke-7)

“Barangsiapa di pada kalian yang mendambakan menyembelih (kambing) sebab kelahiran bayi maka hendaklah ia jalankan untuk laki-laki dua kambing yang serupa dan untuk perempuan satu kambing.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad)

Hidangan Aqiqah
Hewan yang disembelih sementara aqiqah hendaknya diolah atau dimasak terutama dahulu menjadi hidangan siap santap. Setelah itu, makanan itu dibagikan-bagikan kepada kerabat dan tetangga.

Hukum Aqiqah dengan Selain Kambing Aqiqah murah Jakarta
Ada perbedaan pendapat mengenai aqiqah dengan tak sekedar kambing. Jumhur ulama membolehkannya. Sebagian ulama tidak membolehkannya, apalagi mereka memperlihatkan tidak sah aqiqah tak sekedar berasal dari jenis kambing atau domba.

Al-‘Iraqy rahimahullahu (wafat th. 806 H) berkata: “Dan (kambing) mencakup jantan dan betina, baik berasal dari jenis (kambing yang berambut) ataupun jenis (domba/kambing yang berbulu tebal).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menentukan ketika aqiqah ke dua cucunya menentukan yang paling sempurna, yakni domba jantan, dan ini bukan pengkhususan. Maka boleh dalam aqiqah menyembelih kambing betina meskipun berasal dari jenis, sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh kemutlakan lafadz dalam hadist-hadist yang lain.” (Tharhu At-Tatsrib, Al-‘Iraqy 5/208)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *